image

Perbedaan Geotekstil Woven dan Non Woven

By Inti Geotek Pratama 2026-03-05

Kegunaan geotekstil sedang meningkat selama hampir satu dekade ini. Geotekstil awalnya di pilih/diambil dari berbagai jenis tekstil yang sebelumnya sudah ada dan mudah didapatkan di pasaran, seperti karpet dan kain sofa. Pabrikan kemudian memodifikasi kain-kain jenis ini sehingga dapat memberikan nilai tambah lebih dalam proses pembuatan jalan. Meskipun ada dua jenis geotekstil (woven dan non woven), namun masih terjadi kesalahpahaman tentang produk jenis apa yang lebih cocok digunakan dalam satu proyek. Beberapa miskonsepsi dari geotekstil woven dan geotekstil non woven dapat membingungkan konsumen awam. Artikel ini akan mendalami secara detail tentang dua jenis geotekstil ini dan kegunaannya.

Geotekstil Woven

Generasi pertama dari geotekstil woven dibuat dari slit tape. Slit tape adalah kumpulan tali rajut datar yang sudah di ekstrusi untuk menghasilkan jenis tekstil yang kuat dan tahan banting. Dikarenakan permukaannya yang lebar dan halus, jenis Geotextile ini memiliki kemampuan di tembus air yang rendah dan karena permukaan yang relatif halus sehingga interaksi dengan tanah dasar tdk terlalu baik. Kedua ciri khas inilah yang membuat geotekstil woven dirasa kurang cocok untuk konstruksi sipil, terutama dalam kondisi basah.

Seiring dengan waktu, geotekstil woven berevolusi yang membuat performanya meningkat dan efektif. Pengembangan Geotextile woven telah meningkatkan daya permeabilitas dan meningkatkan koefisien interaksi terhadap tanah dasar, sehingga membuatnya lebih efektif dan cocok untuk pekerjaan sipil terutama untuk fungsi separator, perkuatan dan proteksi, selain juga memudahkan filtrasi dan meningkatkan fungsi drainase.

Geotekstil Non Woven

Mirip dengan geotekstil woven, geotekstil non woven dibuat menggunakan serat/benang sintetik. Namun bentuk struktur non woven lebih acak dikarenakan serat yang saling mengunci satu sama lain secara acak (interlocking). Seringkali material woven dan non woven digunakan untuk aplikasi yang sama, sehingga menimbulkan kebingungan. Cara termudah dalam membedakan woven dan non woven adalah pada bentuk fisiknya; geotekstil non woven terlihat dan terasa lebih khas seperti karpet (felt), sedangkan geotextile woven seperti karung (anyaman).

Dalam konteks produksi geotekstil non woven, terdapat beberapa metode umum yang biasa digunakan. Metode yang paling umum digunakan adalah needle punching, yaitu metode dimana sejumlah besar serat-serat halus dimasukan ke dalam mesin dan dengan menggunakan jarum2 kecil seperti duri untuk memadatkan (interlocking) serta-serat tersebut. Geotekstil non woven umumnya digunakan sebagai separasi tanah (tanah dasar dan tanah timbunan), filtrasi dan drainase dalam proyek konstruksi sipil.

Secara teknis, perbedaan lain kedua material Woven dan Non Woven dapat di bedakan berdasarkan kuat tarik dimana Woven Geotextile mempunyai kuat tarik yang lebih tinggi, sedangkan non woven memiliki flow rate dan permitivitas yang tinggi di bandingkan Woven.Cara paling mudah dalam membedakan kedua jenis material ini yakni dengan melihat nilai elongationnya, dimana Geotekstil non woven memiliki nilai elongasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan woven, dimana nilai elongasi non woven di tingkat >50% sedangkan nilai elongasi geotekstil woven hanya berada di antara 5% dan 25% secara rata-rata.

Berat Geotekstil

Perbedaan lain dari geotekstil woven dan non woven, yang sering menimbulkan kebingungan adalah berat material. Dalam banyak data spesifikasi seringkali berat dari geotekstil woven tidak tercantum; ini dikarenakan fungsi utama dari geotekstil woven, yaitu separasi dan perkuatan/reinforcement, sehingga tidak tergantung pada berat material dalam hal ini hanya diindikasikan kuat tariknya saja.

Di lain pihak, berat geotekstil non woven selalu/umum tercantum. Berat material tercantum dalam bentuk gramasi (gr/m2), contohnya 150 gsm, 200 gsm, 250 gsm, dst dan secara umum type Non Woven Geotextile berdasarkan beratnya, dalam hal ini type 150 gsm yang artinya material mempunyai berat 150 gram per m2. Sedangkan spesifikasi teknis lainnya seperti kuat tarik, puncture, dll akan berdasarkan dari hasil test material dengan berat yang diindikasikan.

Sejalan dengan waktu Geotextile terus mengalami perubahan dan peningkatan kualitas terutama dalam teknologi pembuatannya. Saat ini Non woven dapat diproduksi dengan berat yang lebih ringan namun dapat memenuhi spesifikasi teknisnya, sehingga dapat menurunnya harganya. Namun tetap ada beberapa pengecualian, seperti dalam aplikasi non woven sebagai proteksi HDPE geomembrane. Dalam konteks aplikasi tersebut, berat dan ketebalan dari non woven lebih penting dibandingkan dengan permitivitas dan kekuatannya,

Akhirnya disarankan untuk berkonsultasi dengan pihak kami di PT. Inti Geotek Pratama dalam menentukan produk dan type geotekstil terbaik untuk proyek anda.

__Disadur dari Layfield Group Knowledge Center, 2021; adaptasi dari Geosynthetics Magazine. __

image
image
image
image
image
image